CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING 1


CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING
 PERSPEKTIF UMUM DAN ISLAM

A.Latar Belakang
        Lembaga pendidikan bertanggung jawab mendidik manusia untuk  mencetak para kader penerus perjuangan bangsa dalam semua bidang kehidupan yang didasari atas keyakinan ajaran agamanya.
Untuk mewujudkan manusia yang berkualitas ini, perlu mengupayakan peningkatan metode dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, agar kegiatan belajar mengajar dapat efektif dan efisien.
Seiring dengan perkembangan ilmu  pengatahuan dan teknologi ini, dalam dunia pendidikan telah lahir  teori-teori tentang model-model pembelajaran produktif, antara lain adalah : Contextual teaching and learning (CTL) yaitu konsep belajar yang membantu para guru mengaitkan antara meteri yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.[1]
Dalam penerapannya, Contextual teaching and learning ini terdiri dari tujuh komponen utama pembelajaran efektif yakni kontruktivisme (Constructivism), bertanya (questioning) menemukan (inquiry), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), refleksi (reflection) dan penilaian sebenarnya (authentic assessment).[2]
Model pembelajaran Contextual teaching and learning dengan tujuh komponennya tersebut di atas, diterapkan oleh para guru (asatidz- asatidzah) di sekolah, madrasah dan di pondok pesantren, baik dalam pembelajaran bidang study umum maupun agama. Lembaga pendidikan menjadi tumpuan masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak guna memperdalam ilmu-ilmu umum dan ilmu-ilmuu agama, guna mempersiapkan kebahagiaan dunia dan akhirat, sebagaimana Allah SWT dalam Al-Qur’an surat at-Taubah ayat 122 yang artinya :
Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka sekelompok orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila telah kembali pada mereka supaya mereka dapat menjaga diri.[3]
Dan Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Qashash ayat 77 yang artinya :
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi[4].
Serta Firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 201-201yanga artinya :
Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka". Mereka Itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.[5]

Tampaknya masih sangat sedikit dan hampir belum ada pembahasan tentang  Contextual teaching and learning yang bernafaskan Islam dalam arti yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits yang telah diterapkan di madrasah-madrasah atau pondok-pondok pesantren. Padahal sumber dari semua sumber ilmu adalah Allah yang disampaikan kepada manusia melalaui Rosul Muhammad SAW. Jadi kalau digali dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits, maka akan ditemukan teori-teori pembelajaran termasuk Contextual teaching and learning ini.
Esensi dari Contextua lteaching and learning ini di pondok pesantren misalnya, tampak sudah dilaksanakan, hanya belum diformulasikan dalam bentuk teori ilmiah yang sempurna. Hal ini dapat dilihat bahwa system pendidikan di pondok pesantren adalah system pendidikan full day yang sebenarnya, bukan hanya sejak pagi sampai sore sebagaimana full day school pada umumnya. Tetapi bahkan waktu belajarnya 24 jam, penuh dengan nuansa pendidikan, baik formal, non formal maupun informal. Bahan pembelajaran yang dipelajari di sekolah/madrasah, itulah yang diterapkan dalam kehidupan di pondok pesantren. Dan setelah terbiasa menjalani hidup yang serba teratur selama belajar di pondok pesantren ± 3-6 tahun, pulang ke rumah nanti, akan melaksanakan kebiasaan yang sudah mantap tersebut,  baik dalam hal-hal yang berhubungan untuk mencari kebahagiaan di dunia maupun diakhirat nanti.
Bukankah hal tersebut diatas merupakan esensi dari penerapan dari Contextual teaching and learning.  Untuk ini maka perlu digali dan difahami Contextual teaching and learning yang berdasarkan Al-Qur’an dan al-Hadits yang  memiliki ciri islam.
bersambung ke artikel berikutnya..
CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING   PERSPEKTIF UMUM DAN ISLAM 2


[1] Nurhadi, Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning (TCL) ) (Malang : Universitas Negeri Malang, 2002,4.
[2] Ibid, 5.
[3] Mujama’ Al-Malik Fahd Li Thiba’at Al-Mush-haf Ady-Syarif, Al-Qur’an dan Terjemahnya (Medinah : Kerajaan Saudi Arabia PO BOX 6262, 1998), 302.
[4] Mujamma’ Al-Qur’an, 622
[5] Mujamma’ Al-Qur’an, 49

Tidak ada komentar:

Posting Komentar