Memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan memperbanyak Amal Ibadah Sholat
Oleh : Nyai Dr. Hj. Mihmidty Afif, M.Pd.I
A. Pendahuluan
Sholat malam, disebut juga sholat tahajjud sebagaimana disampaikan Rasulullah SAW dalam sabdanya yang menggunakan lafadh qiyamullail dan tahajjud ( sholat malam dan sholat tahajjud)
adalah termasuk ibadah yang selalu dilaksanakan dan tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW. Sholat malam adalah salah satu rangkaian sholat sunnah yang langsung diperintahkan oleh
Allah SWT dan RosulNya. sebagaimana dalam firmanNya QS al-Isro’ ayat 79 :
“ Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji.”
Dan sabda Nabi Muhammad SAW.:
Lakukanlah sholat malam, karena itu adalah kebiasaan orang-orang sholeh, para Nabi dan para Wali.( H.R. Abu Umamah).
B. Keutamaan Shalat Malam
Ibadah sholat ini memiliki banyak keutamaan bagi orang yang mendirikannya, sebagaiman yang termaktub dalam al-Quran dan Hadits. antara lain:
1. Mendapat derajat terpuji.
Derajat terpuji adalah derajat tertinggi yang dianugerahkan oleh Allah kepada hambanya. Kalau ada peserta lomba seratus ribu orang misalnya, maka yang terpuji hanyalah beberapa orang
saja yang menjadi juaranya. Demikian juga hamba Allah yang biasa bangun malam melaksanakan sholat tahajjud ketika manusia sedang tidur. Maka Allah menempatkan dia pada kedudukan
atau derajat terpuji, baik di dunia maupun di akhrat, di hadapan manusia maupun di hadapan Allah.Sebagaimana dalam firman Allah Quran Surat al-isro’ ayat 79.
2. Memperoleh kemulyaan di dunia dan surga di akhirat
Orang yang sudah terbiasa melaksanakan sholat malam, di mulyakan Allah di dunia dan di masukkan surga di akhirat, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW.: “Barang siapa sholat pada
malam hari dan menyempurnakan sholatnya, maka Allah memulyakannya dengan Sembilan anugerah, lima diantanya diberikan di dunia dan empat diberikan di akhirat. Adapun lima yang
diberikan di dunia adalah
a, dilindunga oleh Allah dari semua bahaya dan bencana .
b tampak bekas taat atau tanda-tanda ibadah di wajahnya
c. dicintai oleh hamba-hamba Allah yang sholeh dan semua manusia,
d. pembicaraan yang keluar dari lisannya penuh hikmah dan Allah menjadikannya orang yang bijaksana,
e. Allah memahamkannya ilmu fiqih atau hokum Islam.
Sedangkan empat yang diberikan di akhirat adalah
a. Dibangkitkan dari kubur dengan wajah yang putih bersinar,
b. dimadahkan hisab amalnya,
c. dimasukkan ke surge secepat kilat,
d. diterimakan kitab catatan amalnya dengan tangan kanan nanti di hari qiyamat“ (Raudlotul Ulama’).
Dari hadits tersebut dapat difahami bahwa orang yang terbiasa sholat malam, maka tidak akan ditimpakan musibah oleh Allah yang menimbulkan petaka bagi dirinya, tetapi kalau ia mendapat
ujian, itu hanya untuk meningkatkan derajatnya. Wajahnya teduh, menyejukkan hati orang yang memandangnya karena pengaruh ketaatan dan ibadahnya kepada Allah. Dicintai semua orang
yang bergaul dengannya karena kebaikan dan manfaat hidupnya untuk ummat. bicaranya benar dan ditaati. serta dianugerahi dapat menguasai hukum Islam dan diakhirat masuk surga Allah.
3. Kunci keberhasilan urusan dunia dan akhirat.
Pada umumnya orang berpendapat bahwa kunci keberhasilan adalah usaha dan doa. Tetapi ada yang lebih benar dari pendapat tersebut, adalah bahwa sholat tahajjud itu kunci keberhasilan.
Sebagaimana sabda Nabi Muhamad saw”
Pada malam aku diisro’ mi’rojkan ke langit, Allah memberi pesan padaku : Jangan gantungkan hatimu pada dunia, karena Aku tidak menciptakannya untukmu, Pusatkanlah cintamu pada-Ku
karena kamu akan kembali kepadaKu. Bersungguh-sungguhlah mengharapkan surga dariKu. Putuskanlah harapanmu dari manusia karena mereka tidak memiliki sesuatu dan langgengkan shalat
tahajjud karena kemenangan keberhasilan/ pertolongan adalah bersama sholat tahajjud. ( kitab Syari’atul Islam).
Dengan demikian, maka sebenarnya rajin melaksanakan sholat tahajjud juga dapat dimudahkan oleh Allah untuk mencapai apa yang diinginkan atau dicita-citakan.
4. Dikabulkan doa dan diampuni dosa
Salah satu waktu mustajabah (doa mudah dikabulkan), termasuk permohonan ampun atas segala dosa adalah pada setengah atau sepertiga malam yang akhir.Sebagaimana perintah Allah dalan
QS. Al-Muzzammil ayat 2-3:
“1. Hai orang yang berselimut (Muhammad), 2. bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari kecuali sedikit (daripadanya), 3. (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.”
Pada waktu mustajabah tersebut, jika ada orang yang bangun untuk sholat malam, berdoa dan mohon ampun atas segala dosa, maka dikabulkan doanya dan diampuni dosanya. Sebagaimana
hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:
“Allah turun ke langit bumi setiap malam ketika telah berlalu sepertiga malam yang pertama, lalu Allah berfirman: “Akulah Maha Raja, barang siapa berdoa padaKu maka Aku
kabulkan, barang siapa memohon kepadaKu maka Aku beri, barang siapa yang memohon ampun padaKu maka Aku ampuni. Demikian ini terus sampai terbit fajar.” (Shaheh Muslim, jilid I, 76 ).
5. Hati temtram dan hidup bahagia di dunia dan Akhirat
Orang yang biasa melaksanakan sholat malam adalah golongan orang-orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Orang-orang yang percaya kepada Allah dan melaksanakan
perintahNya dan menjauhi laranganNya. Bukan hanya sholat wajib lima waktu, tetapi telah menyempurnakan sholat yang wajib dengan sholat-sholat sunnah yaitu sholat malam. Banyak sholat
berarti banyak ingat Allah yang dapat melahirkan ketentraman hati, sebagaimana firman Allah dalam QS al-Ra’d ayat 27:
“ (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”
Orang yang iman dan taqwa, dijamin kebahagian hidupnya oleh Allah. Sebagaimana firmanNya dalam QS. Yunus ayat 62-64:
“ Ingatlah, Sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa..
bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. yang demikian itu adalah kemenangan
yang besar.”
C. Ketentuan Sholat Malam
1. Macam-macam Shalat Malam.dan Jumlah Rokaatnya.
a. Sholat malam terdiri dari sholat tahajjud saja 2 – 12 rokaat dan diakhiri dengan sholat witir 3 rokaat sekaligus atau 2 dan 1. Sholat witir jumlah rokaatnya harus ganjil, maka Nabi
melarang sholat witir dua kali dalam semalam, karena rokaatnya akan menjadi genap.
b. Sholat malam terdiri dari sholat taubat 2 rokaat umtuk memohon ampun kepada Allah, sholat tahajjud 4 ( 2 + 2 ) rokaat untuk mendekatkan diri kepada Allah, sholat hajat 4 ( 2 + 2 )
rokaat untuk memohon pemenuhan kebutuhannya kepada Allah dan sholat witir 3 rokaat,
c. Sholat malam terdiri dari sholat taubat 2 rokaat, sholat tahajjud 4 ( 2 + 2 ), sholat tasbih 4 ( 2 + 2 ) rokaat untuk mengagungkan Allah dan mendekatkan diri kepadaNya, sholat hajat 4 (
2 + 2 ) rokaat dan diakhiri dengan sholat witir 3 rokaat. Kalau ingin menambah rokaatnya bias ditambah sholat tahajjudnya sampai dengan 12 rokaat dan sholat witirnya ditambah sampai
dengan 11 rokaat dan sholat sunnah mutlak yang tidak terbatas jumlah rokaatnya.
Apa dasarnya memperbanyak sholat sunnah? Dasarnya adalah firman Allah dalam QS Thaha ayat 14 :
“ Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, Maka sembahlah aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat aku.”
Dan firman Allah dalam QS. al-Ahzab ayat 41:
“ Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.”
Dalam surat Thaha ayat 14 disebutkan bahwa Allah memerintah sholat untuk mengingat atau berdzikir kepada Allah, sedangkan dalam surat al-Ahzab ayat 41, Allah memerintahkan orang yang
beriman untuk berdzikir kepada Allah sebanyak-banyaknya. Hal ini menunjukkan bahwa sholat sunnah boleh dilakukan sebanyak-banyaknya sesuai dengan kekuatan, kemauan dan kemampuan
pelakunya.
Hal ini juga berdasarkan hadits, bahwa Nabi pernah bersabda kepada Rabiah bin Ka’b al-Aslami: Mintalah kau padaku.Maka Ia menjawab : aku ingin menemani engkau di surga. Nabi bertanya
lagi: apa masih ada permintaan selain itu? Ia menjawab : hanya itu saja perintaan saya. Nabi bersabda: perbanyaklah sholat sunnah.( Shohih M lopuslim Jilid 1, 60 ).
2. Waktu Melaksanakan Shalat Malam.
Mengenai waktu untuk melaksanakan sholat malam, sebagaimana dalam Quran surat al-Muzzammil ayat 3 dan hadits tersebut diatas adalah setengah atau sepertiga malam yang akhir dan
berakhir saat waktu shubuh tiba.
Untuk sholat witir waktunya setelah sholat isyak sampai dengan shubuh. Sedangkan waktu sholat tahajjud adalah mulai tengan malam sampai dengan masuk waktu shubuh. Biasanya didahului
dengan tidur, tetapi kalau belum tidur sama sekali dari sore, boleh juga melaksanakan sholat tahajjud. Nabi memerintah tidur dahulu sebelum sholat tahajjud itu hanya menghawatirkan kalau ketika
sholat tahajjud,, ngantuk, kalau tidak, ya tidak.
Adapun sholat taubat,, sholat hajat, sholat tasbih dan shoat sunnah mutlak, boleh dilakukan dalam waktu kapan saja, setelah sholat dhuha, setelah sholat dhuhur, setelah sholat maghrib dan setelah
sholat isya’. Yang tidak boleh setelah sholat ashar dan setelah shilat shubuh. Karena pada zaman jahiliyah dulu manusia menyembah matahari ketika akan terbit dan akan tenggelam matahari.
Islam dating tidak menyerupai mereka, maka Allah mengharamkan sholat sunnah pada saat-saat itu yaitu setelah sholat shubuh dan setelah sholat ashar
Kalau seseorang sudah sholat taubat, hajat, tasbih dan witir setelah sholat isya’ dan ketika bangun malam berkehendak shalat-shalat sunnah itu lagi bersama dengan shalat tahajjud, maka boleh,
kecuali shalat witir yang tidak boleh, karena tidak ada sholat witir dua kali semalam.
3. Bacaan Surat Dalam Shalat Malam.
Pada dasarnya, didalam shalat, baik wajib Maupun sunnah, setelah membaca surat fatihah boleh membaca al-Quran surat dan ayat mana saja. Akan tetapi boleh juga membaca surat-surat
tertentu atau ayat-ayat tertentu dari al Quran, sesuai dengan petunjuk Nabi Muhammad, atau para ulama’ para kiyai, atau para guru. Antara lain adalah:
a. Shalat taubat, surat yang dibaca pada rokaat ke 1 surat al-Kafirun dan surat al- ikhlas, rokaat ke 2 surat al-Falaq dan surat al- Nas.
b. Shalat tahajjud, surat yang dibaca bias surat al-Kafirun dan al-Ikhlas. Bisa juga membaca pada rokaat 1 surat al-Baqoroh ayat 128 :
pada rokaat ke 2 membaca Quran surat Ibrohim ayat 40 – 41.
Pada rokaat ke 3 membaca Quran surat al-Ahqof ayat 15.
Pada rokaat ke 4 membaca Quran surat al-Furqon ayat 74.Masing-masing ayat tersebut di atas dibaca 10 x dalam setiap rokaatnya.
c. Shalat hajat, setelah membaca fatihah, bias membaca surat al-Kafirun dan surat al-Ikhlas masing-masing 10 x. Ada juga yang membaca surat lkhlas 10 x pada rokaat ke 1, 20 x pada
rokaat ke 2. Kemudian salam. Pada rokaat ke 3 juga membaca surat ikhlas 30 x dan pada rokaat ke 4 40 x , maka jumlahnya 100 x. Bisa juga membaca rokaat ke 1 membaca Quran surat al-
Kahfi ayat 10 ; rokaat ke 2 Quran surat Thaha ayat 25 dan 26 ; rokaat ke 3 surat al- Mu’min/ Ghafir ayat 44 ; rokaat ke 4 Quran surat al-Tahrim ayat 18, masing-masing dibaca 10 x .
D. SHOLAT TASBIH
Shalat Tasbih 4 rakaat 2 salam. Suratnya: 1. At-Takastur, 2. Al-‘Ashr, 3. Al-Kafirun, 4. Al-Ikhlas.
Caranya seperti shalat sunnah biasa, hanya saja ditambah dengan bacaan tasbih:
Setelah fatihah dan surat, bacaan tersebut dibaca 15x, ruku’ 10x, I’tidal 10x, sujud 10x, duduk istirahat (setelah sujud II sebelum berdiri 10x), sebelum salam baca doa:
Ya Allah, sesungguhnya aku mohon pada-Mu dapat taat seperti taatnya orang yang dapat petunjuk, beramalnya orang yang berhati yakin, saling menasehati orang yang tobat, cita-citanya
orang yang sabar, sungguhannya orang yang takut pada llah, pencariannya orang yang senang pada Allah, ibadahnya orang yang terpelihara (wira’i), pengertiannya orang yang ahli ilmu
sehingga saya bisa takut pada-Mu. Ya Allah, sesungguhnya saya mohon pada-Mu perasaan takut yang mencegahku maksiat (durhaka) pada-Mu sehingga mendorong saya berbuat taat pada-
Mu, dengan amal yang menjadikan aku berhak mendapat ridha-Mu dan sehingga aku menerima nasehat-Mu dengan bertaubat karena takut pada-Mu dan sehingga saya ikhlas melaksanakan
nasehat-Mu karena malu pada-Mu dan sehingga saya berserah diri pada-Mu dalam semua urusan dan saya bisa memperbaiki persangkaan pada-Mu, Maha suci (Allah) pencipta cahaya, wahai
Tuhan kami sempurnakan untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu dengan rahmat-Mu wahai (Allah) Yang Maha Memberi Rahmat.
E. DOA SHOLAT WITIR
Sesudah shalat witir membaca:
1. Subhaanal malikil qudduus.
2. Subbuuhun qudduusun rabbunaa warabbul malaa-ikati war-ruuh.
3. Asyhadu allaa ilaaha illallaahu. Astaghfirullaahu nas-aluka ridhaaka wal-jannata wa na’uudzu bika min sakhatika wan-naar.
4. Allaahumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annaa yaa kariim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar